April 17th, 2010

RMJ MuslimArt Competition

No Comments, RMJ, umum, by rmj.

moslem art cover RMJ MuslimArt Competition

untuk lebih jelasnya klik aja: gambarnya..

atau lihat detail : klik disini.. More

under construction.JPG

Setelah resmi pembukaan Islamic Center Masjid Jogokariyan yang ditandai dengan peletakan batu pertama tanggal 1 Februari 2010 dan di resmikan oleh walikota Jogja Bp. Heri Zudianto, maka dimulailah pembangunan Islamic Center Masjid Jogokariyan. Pada tahap awal, pembangunan akan menitik beratkan terbangunnya  lantai 1 sebagai ruang kantor kepengurusan serta ruang parkir utama Masjid Jogokariyan dan lantai 2 yang akan digunakan sebagai ruang utama Islamic Center. Pembangunan ini  berlangsung dengan deadline sebelum bulan Juli 2010 yang merupakan bulan Muktamar Muhammadiyah yang ke-100. Perlu pembaca tahu bahwa Masjid Jogokariyan sampai saat ini sering menampung para tamu dari luar kota yang ingin menginap di Masjid Jogokariyan dengan fasilitas yang bisa dibilang cukup memadai.

Pembangunan selanjutnya yaitu  penyelesaian lantai 3 yang berupa ruang untuk kamar para tamu yang akan menginap di masjid Jogokariyan dan pada lantai 3 ini juga  akan dibangun taman Masjid Jogokaiyan. Pembangunan pada tahap ini akan dilaksanakan hingga awal 2011, sehingga pada 2011 bangunan segera dapat digunakan oleh masyarakat.

5893 1116526879327 1411634322 30464217 7707661 n Generasi Qurani yang Unik dan Istimewa

Ada fenomena sejarah yang harus diperhatikan oleh pembawa dakwah islam di seluruh penjuru bumi dan diseluruh masa, untuk kemudian merenungkan dengan mendalam karena ia memiliki pengaruh yang besar terhadap manhaj dan arah dakwah.

Dakwah ini pernah melahirkan satu generasi manusia, yaitu generasi sahabat –Semoga Allah meridhai mereka. Suatu generasi yang paling istimewa di dalam sejarah Islam dan dalam sepanjang sejarah manusia. Generasi seperti itu tidak pernah muncul dan timbul lagi sesudah itu, walaupun terdapat juga beberapa pribadi dan tokoh tertentu di sepanjang sejarah yang memiliki karakteristik seperti generasi pertama itu, namun belum pernah terjadi dalam sejarah Islam, terkumpulnya tokoh-tokoh besar semacam itu dalam satu tempat, seperti yang terjadi pada masa pertama dari kehidupan dakwah ini.

Ini adalah fenomena yang amat jelas. Ia mengandung makna yang harus kita renungkan dengan seksama agar kit dapat menyingkap rahasia keberhasilannya.

Al-Quran yang menjadi jantung dakwah pada masa itu itu ada di tangan kita. Demikian pula dengan Hadits Rasulullah SAW dan petunjuk-petunjuk perjalanan hidup dan sirahnya yang mulia itu juga masih ada di samping kita, seperti juga kedua-duanya telah ada bersama-sama dengan generasi yang pertama itu, yang belum pernah terulang keberadaan generasi semacam itu dalam sejarah. Yang tidak ada hanyalah diri pribadi Rasulullah SAW saja yang telah tidak lagi bersama-sama kita sekarang. Apakah ini rahasianya?

–  bersambung..  –

1. Pembentukan Panitia Pembangunan
Awalnya, proses lobi-lobi untuk melakukan pembelian tanah hanya dilakukan beberapa pengurus teras Takmir masjid Jogokariyan saja, tetapi agar perencanaan menuju pembangunan Islamic Center bisa dilkukan dengan baik, maka Takmir Masjid Jogokariyan membentuk kepanitian sebagai berikut :

Ketua : H.M. Khamid
Wakil : M. Fanni Rahman, SIP
Sekretaris : Wahyu Tejo R., SE
Bendahara 1 : Suharyanto, SE
Bendahara 2 : Ahriadi Saptomo
Bendahara 3 : Alfi Kurniandri, SE

Seksi-seksi (bersifat sementara, jika diperlukan bisa berkembang)

Sie Perencanaan : Shodiq ASH, ST., Supriyanto ST., Wahyu Widayat Amd, Sugiharto, Ahriadi Saptomo
Sie Fund Rising & Pembentukan Opini Public More

June 5th, 2008

Dibawah Naungan Al Qur’an

No Comments, motivasi, by masjid.

quran Dibawah Naungan Al Qur’an

Hidup dibawah naungan Al Qur’an adalah suatu nikmat. Nikmat yang tidak dimengerti kecuali oleh yang merasakannya. Nikmat yang mengangkat harkat usia manusia, menjadikannya diberkahi dan menyucikannya.

Aku hidup dibawah naungan Al Qur’an. Dari tempat yang tinggi, kulihat kejahiliahan yang bergelombang dimuka bumi. Kulihat pula kepentingan-kepentingan penghuninya yang kecil tak berarti. Kulihat kekaguman orang-orang jahiliah terhadap apa yang mereka miliki, bagaikan kanak-kanak; pikiran-pikiran, kepentingan, dan perhatiannya bagaikan anak kecil. Ketika kulihat mereka, aku bagaikan seorang dewasa yang melihat permainan anak-anak kecil, pekerjaan anak-anak kecil serta tutur kata seperti anak kecil.

Mengapa manusia-manusia ini ? Mengapa mereka terbenam didalam lumpur lingkungan, tanpa bisa dan mau mendengar seruan yang luhur dan mulia, seruan yang mengangkat harkat kehidupan, menjadikannya diberkahi dan menyucikannya ? More


Switch to our mobile site